Sepertinya waktu enggan untuk berhenti. Setiap roda kehidupan pastilah berputar. Kenangan masa lalu seakan terlintas dalam fikirku. Masa kecil nan indah penuh makna seolah-olah menyadarkanku betapa bahagianya hidup di masa kecil, tak memikirkan beban hidup. Hidup di masa kecil membuatku mengerti bahwa sepertinya mereka menganggap bahwa “inilah dunia kita” tak mempedulikan sekitar, selalu riang bahagia di kala senang maupun sedih. Karena ketidak tahuan mereka tentang makna kehidupan.
Kini umurku sudah menginjak remaja akhir, sebentar lagi aku sudah melangkah ke tingkat dewasa awal. Ya itulah kehidupan selalu berputar. Dulu, aku sering dimanja-manja bahkan sekarang pun masih. Walaupun kadar kemanjaan itu berkurang. Di umurku yang nantinya menginjak dewasa, aku harus mulai menyusun target supaya aku siap menjalani proses kematangan itu. Di usia dewasa masalah mulai muncul dan masalah yang muncul pun sangat kompleks. Mulai dari mencari penghasilan sendiri, maniti karier, sampai urusan jodoh. Itu semua memang kehendak Allah, tapi apa salahnya kita merencanakan?
Waktu demi waktu aku jalani. Entah suka maupun duka. Yang pasti setiap perjalanan itu memang harus ditempuh dengan jalan yang berkelok, apalagi jalan itu penuh dengan lobang. Tentunya akan menguji adrenalin kita. Lain halnya ketika kita melewati sebuah jalan yang lurus tanpa hambatan kayak jalan tol, mungkin hidup kita flat dan statis. Kita tak bisa memaknai kehidupan. Itulah sebabnya Tuhan memberikan sebuah ujian yaitu untuk membuat kita naik kelas, maksudnya naik tingkatan. Dan setiap ujian yang kita lewati tentunya tidak mudah. Tapi tenang Allah menguji para hambaNya sesuai kadar kemampuan masing-masing kok.
Aku memang akan beranjak dewasa tapi sepertinya sifat dan sikapku masih kekanak-kanakan. Belum dapat membedakan hal-hal yang terbaik untuk masa depanku. Sikapku sering sekali dikendalikan oleh ego. Selama aku belum dewasa, tak ada salahnya kan aku menikmati masa remaja? Tapi yang jadi permasalahan, aku udah sampai tahap remaja akhir. Masa iya aku harus bersenang-senang terus, bertumpu pada orang tua. Terkadang aku membayangkan betapa sulitnya menjadi orang dewasa, mengatasi semua permasalahannya ada yang dengan bijak maupun dengan egonya.
Tinggal menghitung tahun lagi, sebentar lagi tepatnya dua tahun lagi aku akan mencapai kepala dua. Pilihan hidup maupun persoalan hidup akan aku lalui. Jalan hidupku yang harus aku rencanakan mulai dari sekarang dan strategi untuk menyelesaikan permasalahan harus aku susun mulai sekarang. Walaupun aku tidak tahu apa permasalahan yang akan aku hadapi nanti, tapi yang jelas aku harus bersiap-siap.
Dewasa memang sebuah pilihan tapi tua itu pasti. Sebuah arti dewasa memang takkan berarti apa-apa jika kita tak bisa mengubah pola pikir kita. Tapi selama aku masih tahap perkembangan remaja akhir aku akan terus mencoba menjadi pribadi yang lebih dewasa, yang bisa memberi solusi atas permasalahan diriku sendiri maupun orang lain.
Kini umurku sudah menginjak remaja akhir, sebentar lagi aku sudah melangkah ke tingkat dewasa awal. Ya itulah kehidupan selalu berputar. Dulu, aku sering dimanja-manja bahkan sekarang pun masih. Walaupun kadar kemanjaan itu berkurang. Di umurku yang nantinya menginjak dewasa, aku harus mulai menyusun target supaya aku siap menjalani proses kematangan itu. Di usia dewasa masalah mulai muncul dan masalah yang muncul pun sangat kompleks. Mulai dari mencari penghasilan sendiri, maniti karier, sampai urusan jodoh. Itu semua memang kehendak Allah, tapi apa salahnya kita merencanakan?
Waktu demi waktu aku jalani. Entah suka maupun duka. Yang pasti setiap perjalanan itu memang harus ditempuh dengan jalan yang berkelok, apalagi jalan itu penuh dengan lobang. Tentunya akan menguji adrenalin kita. Lain halnya ketika kita melewati sebuah jalan yang lurus tanpa hambatan kayak jalan tol, mungkin hidup kita flat dan statis. Kita tak bisa memaknai kehidupan. Itulah sebabnya Tuhan memberikan sebuah ujian yaitu untuk membuat kita naik kelas, maksudnya naik tingkatan. Dan setiap ujian yang kita lewati tentunya tidak mudah. Tapi tenang Allah menguji para hambaNya sesuai kadar kemampuan masing-masing kok.
Aku memang akan beranjak dewasa tapi sepertinya sifat dan sikapku masih kekanak-kanakan. Belum dapat membedakan hal-hal yang terbaik untuk masa depanku. Sikapku sering sekali dikendalikan oleh ego. Selama aku belum dewasa, tak ada salahnya kan aku menikmati masa remaja? Tapi yang jadi permasalahan, aku udah sampai tahap remaja akhir. Masa iya aku harus bersenang-senang terus, bertumpu pada orang tua. Terkadang aku membayangkan betapa sulitnya menjadi orang dewasa, mengatasi semua permasalahannya ada yang dengan bijak maupun dengan egonya.
Tinggal menghitung tahun lagi, sebentar lagi tepatnya dua tahun lagi aku akan mencapai kepala dua. Pilihan hidup maupun persoalan hidup akan aku lalui. Jalan hidupku yang harus aku rencanakan mulai dari sekarang dan strategi untuk menyelesaikan permasalahan harus aku susun mulai sekarang. Walaupun aku tidak tahu apa permasalahan yang akan aku hadapi nanti, tapi yang jelas aku harus bersiap-siap.
Dewasa memang sebuah pilihan tapi tua itu pasti. Sebuah arti dewasa memang takkan berarti apa-apa jika kita tak bisa mengubah pola pikir kita. Tapi selama aku masih tahap perkembangan remaja akhir aku akan terus mencoba menjadi pribadi yang lebih dewasa, yang bisa memberi solusi atas permasalahan diriku sendiri maupun orang lain.
Komentar
Posting Komentar