Langsung ke konten utama

MENUJU MASA KEDEWASAAN

Sepertinya waktu enggan untuk berhenti. Setiap roda kehidupan pastilah berputar. Kenangan masa lalu seakan terlintas dalam fikirku. Masa kecil nan indah penuh makna seolah-olah menyadarkanku betapa bahagianya hidup di masa kecil, tak memikirkan beban hidup. Hidup di masa kecil membuatku mengerti bahwa sepertinya mereka menganggap bahwa “inilah dunia kita” tak mempedulikan sekitar, selalu riang bahagia di kala senang maupun sedih. Karena ketidak tahuan mereka tentang makna kehidupan.
Kini umurku sudah menginjak remaja akhir, sebentar lagi aku sudah melangkah ke tingkat dewasa awal. Ya itulah kehidupan selalu berputar. Dulu, aku sering dimanja-manja bahkan sekarang pun masih. Walaupun kadar kemanjaan itu berkurang. Di umurku yang nantinya menginjak dewasa, aku harus mulai menyusun target supaya aku siap menjalani proses kematangan itu. Di usia dewasa masalah mulai muncul dan masalah yang muncul pun sangat kompleks. Mulai dari mencari penghasilan sendiri, maniti karier, sampai urusan jodoh. Itu semua memang kehendak Allah, tapi apa salahnya kita merencanakan?
Waktu demi waktu aku jalani. Entah suka maupun duka. Yang pasti setiap perjalanan itu memang harus ditempuh dengan jalan yang berkelok, apalagi jalan itu penuh dengan lobang. Tentunya akan menguji adrenalin kita. Lain halnya ketika kita melewati sebuah jalan yang lurus tanpa hambatan kayak jalan tol, mungkin hidup kita flat dan statis. Kita tak bisa memaknai kehidupan. Itulah sebabnya Tuhan memberikan sebuah ujian yaitu untuk membuat kita naik kelas, maksudnya naik tingkatan. Dan setiap ujian yang kita lewati tentunya tidak mudah. Tapi tenang Allah menguji para hambaNya sesuai kadar kemampuan masing-masing kok.
Aku memang akan beranjak dewasa tapi sepertinya sifat dan sikapku masih kekanak-kanakan. Belum dapat membedakan hal-hal yang terbaik untuk masa depanku. Sikapku sering sekali dikendalikan oleh ego. Selama aku belum dewasa, tak ada salahnya kan aku menikmati masa remaja? Tapi yang jadi permasalahan, aku udah sampai tahap remaja akhir. Masa iya aku harus bersenang-senang terus, bertumpu pada orang tua. Terkadang aku membayangkan betapa sulitnya menjadi orang dewasa, mengatasi semua permasalahannya ada yang dengan bijak maupun dengan egonya.
Tinggal menghitung tahun lagi, sebentar lagi tepatnya dua tahun lagi aku akan mencapai kepala dua. Pilihan hidup maupun persoalan hidup akan aku lalui. Jalan hidupku yang harus aku rencanakan mulai dari sekarang dan strategi untuk menyelesaikan permasalahan harus aku susun mulai sekarang. Walaupun aku tidak tahu apa permasalahan yang akan aku hadapi nanti, tapi yang jelas aku harus bersiap-siap.
Dewasa memang sebuah pilihan tapi tua itu pasti. Sebuah arti dewasa memang takkan berarti apa-apa jika kita tak bisa mengubah pola pikir kita. Tapi selama aku masih tahap perkembangan remaja akhir aku akan terus mencoba menjadi pribadi yang lebih dewasa, yang bisa memberi solusi atas permasalahan diriku sendiri maupun orang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Tersayang

Untuk dia yang tersayang Untuk dia yang selalu ada untukku Untuk dia yang ingin kubahagiakan Untuk dia yang memberiku kedamaian Untuk dia yang memberiku kenyamanan Tenanglah, aku sedang berjuang Aku sedang melangkah ke depan Aku sedang melawan godaan Meski rintangan menghadang Aku akan tetap berjuang Mendapatkan yang selama ini kuimpikan Seperti mendapat satu bintang diantara beribu bintang Dan kupersembahkan untukmu, yang tersayang *Untuk Bapak, Mama, Mas Apip, dan Mas Ahmad

Hubungan Kemiskinan Dengan Kerusakan Lingkungan

Masalah kemiskinan sepertinya menjadi permasalahan yang sangatkompleks di negeri ini. Belum lagi ditambah permasalahan lingkungan hidup. Keduanya memang berkoleratif satu sama lain. Kemiskinan terjadi karena kerusakan lingkungan, begitu juga sebaliknya lingkungan rusak karena kemiskinan. Bagaimana tidak? Di ibu kota misalnya, banyaknya perumahan kumuh baik di bantaran kali maupun di pinggir rel kereta api membuat keindahan kota hilang. Tempat-tempat yang seharusnya menjadi tempat vegetasi kini tak dapat difungsikan kembali. Bantaran kali yang seharusnya bersih, kini menjadi sebuah pemukiman serta banyaknya sampah yang menggunung. Tentunya ini akan menjadi sumber penyakit bagi penduduk daerah itu, belum lagi di saat hujan melanda yang akan berpotensi banjir. Bagi masyarakat setempat, bantaran kali dapat difungsikan sebagai MCK (mandi, cuci, kakus) belum lagi mereka memanfaatkannya sebagai konsumsi air minum ataupun memasak makanan. Kasus penebangan liar pun contoh berikutnya, mer...

Untukmu

Bolehkah aku menghilang Bukan tersebab pecundang Hanya ingin mengerti Apakah kau pemenang Bolehkah aku menghilang Di tengah kisah yang sedang berdendang Yang membuat alurnya tak terarah Tak bermuara dan semakin panjang Bolehkah aku menghilang Untuk sekejap dan kembali pulang Sejenak mengumpulkan rindu dan melepasnya lewat temu Pesanku... Jika cahaya itu memanglah dirimu, mendekatlah Jangan membuat kisah yang terlalu panjang Jangan membuatku semakin lelah Dengan ketiada pastian darimu Namun jika cahaya itu bukanlah dirimu, menjauhlah Gugurkanlah janji yang pernah terucapkan Tak ada lagi rindu yang membuncah Dan anggaplah kita tak pernah saling bertemu